logo
add image
Blog single photo

INDESIA.ID-Tak ada yang menyangka pesawat Boeing 737 MAX 8 yang baru bergabung dalam jajaran Lion Air bulan agustus 2018 lalu ini mengalami kejadian naas. Menurut Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di laut Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Lepas landas pada pukul 06.20 WIB, 13 menit kemudian pesawat tersebut kehilangan kontak. Padahal jam terbang pesawat tersebut terbilang sangat baru, sekitar 800 flight hours. Ada 189 penumpang yang belum diketahui nasibnya sampai sekarang ini.

Semua masih menebak-nebak penyebab jatuhnya pesawat tersebut sampai ditemukan kepastian penyebabnya. Tapi sebelum terjatuh Kepala Kantor SAR Pangkal Pinang, Danang Priandoko mengatakan, pilot pesawat Lion tersebut sempat meminta return to base (RTB) ke petugas pengawas Bandara Soekarno-Hatta namun tak kunjung tiba. Dan sampai akhirnya benar-benar kehilangan kontak.

Pesawat yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang ini menurut Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Sindu Rahayu membawa 181 penumpang, terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, dan 2 bayi dengan 2 pilot dan 5 FA (flight attendant). Kabarnya Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP itu dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.

Harusnya Waktu tempuh yang dibutuhkan pesawat sampai ke Pangkalpinang adalah 70 menit. dari sejumlah informasi ada 20 pegawai kementerian Keuangan dalam pesawat tersebut seperti yang disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nurfansa Wira Sakti.

Sampai sekarang hanya baru menemukan sejumlah serpihan pesawat. Pemerintah dan pihak bandara telah membuka crisis center dan posko informasi paska jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Crisis center dan posko informasi dibuka di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Keluarga dapat bertanya mengenai perkembangan informasi terkait insiden ini ke nomor kontaknya : 021-80820000, sementara untuk informasi seputar penumpang dapat menghubungi nomor : 021-80820002.

Crisis center juga disediakan di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta yang bekerja sama dengan Basarnas dan KNKT. [ST] 

Top