logo
add image
Blog single photo


INDESIA.ID - Bireun - Khatib Shalat Jumat Masjid Istiqamah Gampong Leubu Mesjid Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Jumat (07/12/18) Tgk Irwansyah Krung Geukuh menyampaikan tentang pentingnya peran tokoh-tokoh masyarakat dalam membuat qanun atau sistem untuk membendung bahayanya wifi bagi generasi muda.

Menurut dai muda itu, wifi atau teknologi itu sama bahayanya dengan narkoba. Beliau mencontohkan dewasa ini banyak anak - anak di bawah umur kebanyakan di tempat wifi (warkop) untuk main game, nonton youtube dan sebagainya dikarenakan kecanduan game sehingga bisa merusak otak dan lupa kepada yang maha kuasa (Allah). 

"80 % generasi kita lebih  senang di Cafe-Cafe dibandingkan di tempat ibadah, Ini pernah di sampaikan oleh guru besar Prof Farid wajdi Mantan rektor UIN bahwa generasi muda paling banyak di warkop yaitu di Aceh. Makanya tak heran jika kita lihat koran serambi indonesia 62% calon mahasiwa yang tidak bisa baca AL-Quran" jelas Tgk Irwansyah. 

Tgk Irwansyah mengatakan kesalahan bukan pada teknologi melainkan pada penggunanya, sehingga harus dibuat aturan mengenai hal tersebut agar generasi muda terselamatkan. 

"yang salah teknologinya atau penggunanya?, tentu saja yang salah adalah penggunanya karena mereka tidak terdidik dengan ilmu agama, maka disini perlu peran dari pada orang tua wali, tokoh masyarakat, Keuchik beserta perangkatnya agar membuat sistem atau qanun  yang   mengatur tentang wifi sehingga anak-anak dalam masa pendidikan SMU , SMP Hendaknya di larang nongkrong di tempat wifi.

Menurut tgk irwansyah lagi, bagi yang punya kekuasan, hendaknya bisa membuat kebijakan-kebijakan yang menguntungkan islam dan kemaslahatan ummat. 

"jika sanggup berbuat hari ini kenapa kita harus tunggu besok? Karena Allah Swt di hari kiamat nanti akan meminta pertanggung jawaban l tentang kepemimpinan kita. Rasulullah SWA. Bersabda "setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawaban terhadap apa yang kamu pimpin" tegas Tgk Irwansyah. [MI] 

Top