logo
add image
Blog single photo

INDESIA.ID - Penolakan perda syariah islam oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang disampaikan oleh Grace Natalie sebagai ketua umum PSI menuai banyak kecaman. Grace Natalie melontarkan pernyataan tersebut pada perayaan Festival11 di ICE BSD, Pagedagang, Tangerang, Minggu 11 November 2018.

Menurut Grace, Partainya PSI akan konsisten menolak adanya Perda Syariah dan Injil di Aceh maupun di Papua. Tentu pernyataan Grace ini membuat seantero Indonesia terhenyak. Pasalnya, sebelum Grace lahir dan hidup, syariah islam sudah diperjuangkan seperti di Aceh yang tidak bisa dipisahkan dari semangat masyarakatnya menegakkan syariah Islam.

Selang beberapa saat kemudian setelah media mengutip pernyataan Grace soal penolakannya terhadap perda syariah, pengguna media sosial khususnya di Aceh terlihat melontarkan cacian terhadap Grace dan Partainya. Sayangnya lagi, sejumlah kader PSI pun ikut terkena imbasnya.

Melihat kondisi yang tidak menguntungkan ini, salah seorang Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Daerah Pemilihan 1 Kota Lhokseumawe, Rizal Saputra mengutuk keras pernyataan Grace Natalie tersebut. Rizal menyayangkan adanya manifesto politik partainya yang menyebabkan para Caleg PSI diserang dari segala arah.

Rizal mengutuk keras pertanyaan Grace Natalie sebagai Ketua Umum PSI tempat ia bernaung lantaran pertanyaan Grace yang membuat para caleg PSI diseluruh daerah diserang atas pernyataan itu.

Rizal selaku kader sekaligus Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Grace Natalie untuk mencabut pernyataan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa semua tidak membawa misi perpecahan melainkan membawa misi perdamaian. [SD] 

Top