logo
add image
Blog single photo


INDESIA.ID - Kesehariannya mungkin tak banyak orang perhatikan. Tidak banyak juga yang tau seberapa dekat ia dengan ulama. Dan beberapa banyak anak yatim yang disantuninya.

Herman adalah sosok bapak bagi anak-anak yatim. Ini bisa dilihat di kediaman anggota DPRK itu. Herman mengambil anak-anak yatim itu lalu merawat mereka dirumahnya. Pernah suatu ketika ada yang menanyakan bagaimana perasaan seorang Herman Abdullah ketika mengurusi keperluan biaya hidup mereka, Herman dengan tenang menjawab "kebetulan Allah menitip rezeki mereka lewat saya". Begitulah. Jawabannya sederhana, tapi sarat akan makna.

Menjadi anggota DPRK Aceh Barat selama 2 periode dan juga sebagai ketua partai Demokrat Aceh Barat tidak membuatnya lupa diri. Subuh ia gilir dari mesjid ke mesjid. Jubah adalah pakaian yang hampir selalu ia kenakan tatkala subuh tiba. Bekas santri jelas terbaca dari kesehariannya.

Yang membuat saya heran adalah caranya bertutur kata. Walaupun beberapa periode ia memimpin Perbakin Aceh Barat, tak ada sedikitpun suaranya yang keras. Mungkin daya pikat seorang Herman menjadi anggota DPRK Aceh Barat 2 periode berturut-turut salah satunya adalah komunikasi yang ia bangun dengan baik.

Suatu ketika, Herman mendapati kabar seorang ulama Aceh Barat Abu Seuman Peulanteu sakit. Ia langsung kesana menjenguknya. Terlihat dengan jelas bagaimana ia memuliakan ulama dan begitu dekat hubungannya dengan "warasatul anbiya" itu. Jika dirumah Herman memuliakan anak-anak yatim yang diasuhnya itu, maka diluar sana ia menunduk takzim pada para ulama-ulama. MaasyaAllah Pak Dewan Herman. Semoga semakin banyak lahir tokoh seperti Anda!. 


*Sulaiman Badawi (Penulis adalah masyarakat Aceh Barat dan juga pemerhati sosial) 

Top