logo
add image
Blog single photo


INDESIA.ID - Manakala tidak ada lagi saling memfitnah, menyebarkan hoax dan tindakan negatif lainnya yang akan menciptakan permusuhan, konflik dan sebagainya, apakah itu semua yang kita dambakan selama ini?  Tentu. Demikianlah tujuan agung pendirian negara kesatuan Republik Indonesia ini.

Tapi realitas yang dialami rakyat Indonesia pasca pilpres 2014 hingga sekarang merupakan sebaliknya, keadaan tidak lagi kondusif, hoax, fitnah dan saling serang melalui media sosial tak lagi terbendung. Seakan akan masyarakat kita sedang mengalami konflik yang mengoyak ngoyak jalinan persatuan dan kesatuan.

Fenomena cebong dan kampret semakin terngiang ngiang dalam kuping publik kita sehari hari. Yang dukung Jokowi otomatis jadi cebong, yang dukung Prabowo otomatis jadi kampret, tak ada pilihan lain kecuali label dua gelar tersebut. Terserah setiap orang mau menerima atau menolak atas penggelaran itu.

Puncak dari serangan itu semua, yaitu tudungan Jokowi adalah pki. Untuk itu Buku "jokowi undercover" pun di terbitkan agar mendukung semua pendapat bahwa Jokowi itu PKI. Tepisan datang dari banyak pihak, untuk mengklarifikasi semua tuduhan tak berdasar tersebut.

Sebab, jika ingin menseriusi persoalan Jokowi itu pki, sudah tentu jauh hari  akan terdeteksi oleh pihak intelijen keamanan negara sebelum ia menjadi presiden di Republik ini. Toh hingga sekarang belum satupun ada pengumuman yang mengatakan Jokowi itu PKI, berarti tuduhan itu dianggap selesai tanpa ada bukti yang valid.

Hilangnya kehangatan kewarganegaraan kita sungguh membuat sesak dada. Kita tidak lagi berkompetisi dengan ide dan gagasan yang mencerdaskan kehidupan bangsa tapi lebih banyak mendistorsi emosional masyarakat, memanipulasi fakta agar mendapat dukungan publik.

Semoga di tahun baru 2019 ini kita kembali merajut tali persatuan bangsa, dengan berkompetisi pada pilpres yang lebih sehat, menjauhi fitnah, menghilangkan hoax, tidak mudah mengatakan seseorang sebagai PKI dan tidak saling bermusuhan di media sosial lagi. Semoga!*


*Luthor Antonius (Penulis adalah Pengamat Sosial dan Juga Penikmat Kopi Arabica) 

Top